SEJARAH PRAMUKA MAN KANDAT
Monday, August 3, 2015
Sunday, August 2, 2015
Friday, June 26, 2015
sejarah Pramuka MAN KANDAT
SEJARAH GERAKAN
PRAMUKA MAN KANDAT
Gerakan
Pramuka MAN Kandat adalah gerakan pramuka yang didirikan di Pangkalan MAN
Kandat yang berada di Jalan Raya Kediri – Blitar Desa Kandat Kecamatan Kandat
Kabupaten Kediri Propinsi Jawa Timur. Awal mula pendirian Kepanduan ini adalah
pada tahun 2003 sebelum menjadi MAN Kandat adalah bernama “ Madrasah Aliyah
AL-Fajar Kandat”, dalam selang beberapa waktu yang jumlah muridnya tidak lebih
dari 30 untuk kelas X-XII (kelas X = 3 orang, Kelas XI = 10 orang dan kelas XII
= 17) dengan perlahan dan pasti berusaha sekuat tenaga untuk meraih prestasi di
tingkat kabupaten. Dengan semangat yang membara tersebut satu-persatu kejuaraan
mampu diraih mulai dari juara 1 bahasa inggris tingkat KKM MAN I Kediri yang
diraih oleh saudari Vini Hukama, Juara Bahasa Arab Nomor 1 tingkat KKM MAN I
kediri maupun Kabupaten oleh Saudara Syamsuri. Dilanjutkan dengan meraih juara
matimatika dalam olimpiade Matematika se- Kabupaten dengan mendapat Juara 1 dan
3.
Dengan banyaknya
prestasi yang diraih membuat madrasah-madrasah di Kabupaten kediri cukup resah
dan bahkan ada yang mengalahkan teman kami yang sebelumnya juara 1 di kabupaten
dengan dalih bahwa teman kami tidak mengerti maksud yang di Pidatokan dalam
lomba, padahal sebenarnya salah dan panitia tidak mau klarifikasi. Alhasil,
ketika yang dimenangkan di KKM, kalah dalam lomba tingkat Kabupaten. Di sisi
lain Kementrian Agama kabupaten yang sebelumnya Departemen Agama kabupaten
Kediri melirik dan mengusulkan kepada Yayasan pendidikan Islam Al-Fajar Kandat
untuk di Negeri kan. Maka denga pertimbangan yang banyak dan berfikir luas.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Fajar dan kepala Madrasah Alm. H. Imron
Rosyadi menyetujui pengajuan penegerian MA Al-Fajar menjadi MAN Kandat. Dalam
pengajuan tersebut Bupati Kediri bapak Sutrisno juga ikut andil secara langsung
untuk mengurus proses penegerian MAN Kandat ke Jakarta.
Dalam
perjalanan menuju ke Negeri dari Madrasah Swasta, MA Al-Fajar menjadi MAN
Kandat, 2005 resmi berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Persiapan Negeri kandat.
Disinilah awal tonggak berdirinya Gerakan Pramuka
MAN Kandat. Pada bulan
Juli 2005 MAPN Kandat mendapatkan murid baru yang cukup banyak yaitu 60 siswa
lebih yang dari sebelumnya dengan nama MA Al-Fajar tinggal 3 murid saja. Dengan
semakin banyaknya jumlah murid dan dengan semangat siswa yang dulu siswa
Al-Fajar maka tanggal 23 Juli hari jum’at setelah melakukan masa orientasi
siswa, kepala Madrasah baru setelah bapak Imron Rosyadi yaitu bapak Moh. Syuhada’
memanggil saya (Slamet) untuk mengadakan persami sebagai pelengkap penerimaan
siswa baru. Saya diminta untuk mencari seorang Pembina yang bisa membantu dalam
memperlancar kegiatan persami. Saya pun mengusulkan Pembina Pramuka MI Al-Fajar
yaitu bapak Amiruddin untuk menjadi Pembina di MAPN Kandat. Dengan bimbingan
beliau akhirnya acara persami di MAPN Kandat bisa dilaksanakan dan saya sebagai
ketua pelaksana dengan di bantu oleh teman-teman seangkatan ex MA Al-Fajar. Alhamdulillah
pelaksanaan kegiatan berjalan lancer dan kepala madrasah mengapresiasi kegiatan
tersebut serta mengajukan usulan untuk pendaftaran nama gudep gerakan pramuka
MAPN Kandat.
Dengan adanya usulan tersebut saya
dengan bapak Amiruddin dan teman-teman ex MA Al-Fajar berusaha melengkapi berkas-berkas
untuk dikirim ke Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kec.Kandat. Karena prosedur
yang diberikan berdasarkan konsultasi kami dengan pengurus Kwaran Kandat
seperti itu. Alhamdulillah surat keputusan diberikan untuk nama Gudep MAPN
Kandat. Maka dengan keluar ijin berdirinya Gerakan Pramuka MAPN Kandat, pada
tanggal 18 September 2005 kepanitiaan dan peserta Musyawarah dan tamu undangan
dari Dewan Kerja Ranting dan Gugus depan baik dari Madrasah Aliyah Diponegoro
di Desa Sumberjo, SMAN kandat dan MA Ngreco. Maka oleh bapak Hari P dan bapak
Slamet yang mewakili Kwaran menyatakan MAPN Kandat telah resmi memiliki Gugus
Depan baru yaitu Gugus depan 19-175/176 dengan mana Ambalan yang disepakati
oleh musyawarah yaitu PANDAWA dan PRAMUDYA WARDANI. Dengan Bapak Syuhada’
sebagai Kamabigus 19-175/176
Sambutan oleh bapak Syuhada sebagai kamabigus baru
dengan semangat dan memberikan arahan agar Pramuka MAPN Kandat menjadi
pendorong untuk meningkatkan kualitas MAPN Kandat. Serta sambutan dari bapak
Fuad Hasyim selaku Wakil Kepala urusan Kesiswaan dengan inti sambutannya “
bahwa saya akan mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh pramuka asalkan
demi kepentingan yang baik”
Dengan diresmikannya Gugus Depan MAPN
Kandat maka dilanjutkan dengan pembentukan Pengurua Dewan Ambalan PANDAWA dan
PRAMUDYA WARDANI. Adapun pengurus Dewan Ambalan sebagai berikut :
Pradana :
Slamet
Kerani :
Vini Hukama
Banker :
Siti Naimah
Anggota
1.
M.
Syamsul Huda
2.
Khoirotul
Lailiyah
3.
Ima
4.
M.
Syamsuri
5.
Siti
Nurul Aifa
6.
Siti
Fatimah
7.
Novi
Umawati
8.
Vinahari
9.
Dwi
Novita Sari
10.
Anis
Dengan dibentuknya Dewan Ambalan tersebut, maka tugas
baru yaitu menata administrasi dan merancang kegiatan harian, bulanan, dan
tahunan. Kegiatan harian yaitu latihan rutin setiap hari sabtu untuk adik-adik
dan hari senin untuk musyawarah dan latihan dalam rangka persiapan untuk
dilaksanakan dilatihan adik-adik. Alhamdulillah kegiatan berjalan sesuai agenda
meskipun ada beberapa kendala. Pada bulan januari 2006 diadakan Holicamp I di
Sumber Complang Plsoklaten Kediri, yang sebenarnya di Waduk Widas Saradan
Madiun namun di tolak oleh pihak terkait karena lokasi penuh sudah di pesan
oleh pramuka lain. Pada semester berikutnya tepatnya bulan juli 2006 kami baru
bisa melaksanakan program Holicamp di Waduk Widas Saradan Madiun dan acara
Holicamp berikutnya juga terus dilaksanakan oleh pengurus di bawah kami.
Berikut Pradana angkatan 2006- 2013
Periode 2006-2007 : Agus Muhaimin dan Kurnia sari
Periode 2007-2008 : Syaiful Afandi
Periode 2008-2009 :
Periode 2009-2010 : Saifi Athoillah, Inayah Sari
Peride 2010-2011 :
Sayyid Al Kahfi ,
Periode 2011-2012 : Ansori , K
Pada periode berikutnya kami selaku
Alumni Gerakan Pramuka MAN Kandat terputus hubungan dengan adik-adik pramuka
MAN Kandat karena Pembina yang kami hormati Kakak Amiruddin diberhentikan oleh Kepala
Madrasah Aliyah Negeri Kandat. Kemudian diganti oleh Pembina baru yaitu saudara
Athok yang dahulu juga murid Kakak Amiruddin. Dalam penerimaan tamu ambalan
2013 yang lalu kami alumni tidak mendapatkan undangan secara tertulis maupun
pesan singkat dari panitia penyelenggara, Justru kami mendengar dari adik
peserta. Selang beberapa bulan kami Alumni mendapat informasi yang
mencengangkan, bahwa nama ambalan diganti oleh dewan ambalan baru dan Pembina pramuka
baru. Maka pada pertala 09-10 Agustus 2014 kami alumni datang ke MAN Kandat
untuk melihat dan berpartisipasi memeriahkan acara serta meminta keterangan
dari Pembina Pramuka baru (saudara Athok) terkait dengan penggantian nama
Ambalan. Acara musyawarah Pradana-pradana terdahulu dan Alumni dengan Pembina
Pramuka Baru serta Pradana 2013-2014 dilaksanakan di Perpustakaan MAN Kandat
mulai pukul 22.00-23.20 WIB. Dalam musyawarah alumni menanyakan alasan
penggantian nama ambalan dan oleh Pembina Pramuka di jawab yang intinya “
penggantian nama karena kesulitan mencari pusaka ambalan dan beberapa alasan
lainnya”. Dan tanggal 09 Agustus 2014 tepatnya sebelum musyawarah dengan alumni
, Kepala Madrasah meresmikan penggantian
nama baru ambalan. Dengan melihat hal tersebut kami alumni menyatakan menyetujui pergantian nama ambalan
PANDAWA dan PRAMUDYA WARDANI dengan nama baru ambalan GALUH CANDRA KIRANA dan
INU KERTA PATI Pertanggal 09
Agustus 2014 pukul 23.10 WIB di Gugus Deapan 19-175/176 Pangkalan MAN Kandat.
Friday, October 10, 2014
MAKAN LALAT
MAKAN DENGAN LAUK LALAT
Hari minggu tanggal 18 Desember
2011 Masjid Jami’ Thoriqotul Jannah kandat mengadakan acara rutin setiap ahad
kliwon yaitu khataman qur’an. Acara dimulai setelah melaksanakan shalat subuh
yang di pimpin oleh ketua ta’mir masjid yang baru setelah ketua lama Bapak KH.
Imron Rosyadi wafat yaitu bapak Suja’i.
Acara diikuti oleh pengurus masjid dan juga remaja masjid yang selalu standby
di masjid. Selain itu juga para mantan remas yang sudah kembali kerumahnya
masing-masing juga hadir untuk mengikuti acara sekaligus kumpul-kumpul
bernostalgia masa lalu. Makan pagi dengan nasi pecel dan tumpang yang kami beli
dari uang yang di sodaqohkan oleh wakil ketua ta’mir dan juga minuman teh gelas
dan ale-ele serta air mineral gelas.
Usai beberapa juz di baca maka sebagian remas melanjutkan aktivitas ke
toko yang sudah menjadi tugasnya setiap hari sejak ikut bapak Imron (alm). Setelah itu kami melanjutkan aktifitas
mengaji dengan bergantian di masjid hingga selesai, usai shalat duhur makan
kembali dan menunya sudah lain. Ada lauk ayam, tahu campur, nasi goreng,
jajanan dan masih banyak lagi lainnya.
Setelah mengaji dan makan siang ada yang masih harus tetap mengaji dan
sebagaian istirahat, ada juga yang mengaji kelanjutannya ( nyembung). Tibalah
waktunya menunjukkan pukul 15.00 WIB waktunya shalat ashar. Kami melaksanakan
shalat berjamaah dan kemudian berdoa,
Selesailah sudah shalat asharnya,
dilanjutkan membaca juz terakhir oleh Aripin dan yang lain menyimaknya. Usai
itu dilanjutkan doa oleh mbah Abu yang merupakan salah satu sesepuh masjid.
Kemudian dilanjutkan makan kembali. Pada saat asyik makan karena sebelumnya
saya menangkap lalat dan kemudian saya berikan kepada salah satu remas yaitu
Aman, lalat itu dibawanya. Dan kemudian pada saat makan lalat itu di suapkan
dengan nasi kepada Kete dan dimakannya tanpa sepengetahuannya. Ketika makan
lahap lahapnya. Aman bilang kepada saya kalau lalat tadi sudah dimasukkan/
dimakan Kete. Sayapun bilang ke Kete kalau tadi makan lalat. Ternyata reaksinya
sungguh diluar dugaan. Kete lari dan berusaha memuntahkan apa yang ada di
perutnya agar lalatnya keluar. Namun apa boleh buat lalat tidak mau keluar dan
ia tersedu-sedu karena merasa takut kalau ada apa-apa. Namun kami meyakinkan
kalau tidak akan terjadi apa-apa dengan memakan lalat. Iapun tenang dan
kemudian bermain Volly dengan kelompok saya menang 3 set berturut-turut.
Abina abdi
Thursday, October 9, 2014
MAKAN DENGAN LAUK LALAT
MAKAN DENGAN LAUK LALAT
Hari minggu tanggal 18 Desember
2011 Masjid Jami’ Thoriqotul Jannah kandat mengadakan acara rutin setiap ahad
kliwon yaitu khataman qur’an. Acara dimulai setelah melaksanakan shalat subuh
yang di pimpin oleh ketua ta’mir masjid yang baru setelah ketua lama Bapak KH.
Imron Rosyadi wafat yaitu bapak Suja’i.
Acara diikuti oleh pengurus masjid dan juga remaja masjid yang selalu standby
di masjid. Selain itu juga para mantan remas yang sudah kembali kerumahnya
masing-masing juga hadir untuk mengikuti acara sekaligus kumpul-kumpul
bernostalgia masa lalu. Makan pagi dengan nasi pecel dan tumpang yang kami beli
dari uang yang di sodaqohkan oleh wakil ketua ta’mir dan juga minuman teh gelas
dan ale-ele serta air mineral gelas.
Usai beberapa juz di baca maka sebagian remas melanjutkan aktivitas ke
toko yang sudah menjadi tugasnya setiap hari sejak ikut bapak Imron (alm). Setelah itu kami melanjutkan aktifitas
mengaji dengan bergantian di masjid hingga selesai, usai shalat duhur makan
kembali dan menunya sudah lain. Ada lauk ayam, tahu campur, nasi goreng,
jajanan dan masih banyak lagi lainnya.
Setelah mengaji dan makan siang ada yang masih harus tetap mengaji dan
sebagaian istirahat, ada juga yang mengaji kelanjutannya ( nyembung). Tibalah
waktunya menunjukkan pukul 15.00 WIB waktunya shalat ashar. Kami melaksanakan
shalat berjamaah dan kemudian berdoa,
Selesailah sudah shalat asharnya,
dilanjutkan membaca juz terakhir oleh Aripin dan yang lain menyimaknya. Usai
itu dilanjutkan doa oleh mbah Abu yang merupakan salah satu sesepuh masjid.
Kemudian dilanjutkan makan kembali. Pada saat asyik makan karena sebelumnya
saya menangkap lalat dan kemudian saya berikan kepada salah satu remas yaitu
Aman, lalat itu dibawanya. Dan kemudian pada saat makan lalat itu di suapkan
dengan nasi kepada Kete dan dimakannya tanpa sepengetahuannya. Ketika makan
lahap lahapnya. Aman bilang kepada saya kalau lalat tadi sudah dimasukkan/
dimakan Kete. Sayapun bilang ke Kete kalau tadi makan lalat. Ternyata reaksinya
sungguh diluar dugaan. Kete lari dan berusaha memuntahkan apa yang ada di
perutnya agar lalatnya keluar. Namun apa boleh buat lalat tidak mau keluar dan
ia tersedu-sedu karena merasa takut kalau ada apa-apa. Namun kami meyakinkan
kalau tidak akan terjadi apa-apa dengan memakan lalat. Iapun tenang dan
kemudian bermain Volly dengan kelompok saya menang 3 set berturut-turut.
Abina abdi
Friday, September 19, 2014
Latihan Rutin Pramuka MAN Kandat
Latihan Rutin Pramuka MAN Kandat dilaksanakan setiap hari Sabtu sesudah pulang sekolah di lingkungan Man Kandat atau menyesuaikan kondisi dan agenda
Subscribe to:
Comments (Atom)